Bolehkah Diet Untuk Ibu Menyusui? Ini Jawabannya Bunda

Bolehkah Diet Untuk Ibu Menyusui? Ini Jawabannya Bunda

Bolehkah Diet Untuk Ibu Menyusui? Ini Jawabannya Bunda . Tidak sedikit mahmud (mamah muda/ibu muda) yang kurang percaya diri dengan perubahan bentuk tubuh mereka lalu melakukan diet. Kenaikan berat badan saat hamil adalah hal yang normal terjadi, lalu bolehkah diet untuk ibu menyusui?

Setelah melahirkan, selain merawat bayi, tugas seorang ibu adalah menyusui bayinya kapan pun dibutuhkan. Umumnya, bayi baru lahir akan sering menyusu setiap 1−2 jam sekali. Karena alasan inilah payudara Busui akan terpancing untuk terus memproduksi dan mengeluarkan ASI.Menurunkan berat badan jadi keinginan sebagian ibu setelah melahirkan. Berbagai cara pun dilakukan demi bisa mengurangi angka di timbangan, mulai dari diet saat menyusui hingga olahraga.

Namun tak sedikit ibu yang khawatir saat mereka menjalani diet untuk menurunkan berat badan ini. Karena setelah melahirkan ibu biasanya memberikan ASI eksklusif untuk bayi. Jika sedang menyusui ini, apakah diet bisa mengurangi prodiksi ASI? Lantas seperti apa diet yang tidak sehat?

Ibu Menyusui Tidak Dianjurkan untuk Melakukan Diet Ketat

Wajar saja bila saat menyusui Busui akan makan lebih banyak. Hal ini tentu bisa membuat Busui kesulitan untuk menurunkan bobot tubuh pascamelahirkan atau bahkan malah membuat berat badan Busui meningkat.

Nah, bila pada masa ini Busui ingin diet, pastikan Busui tidak melakukannya dengan berlebihan, ya. Diet saat menyusui sebenarnya boleh-boleh saja. Hanya saja, Busui tidak dianjurkan untuk menerapkan diet ketat, yakni diet yang dilakukan dengan cara memangkas waktu makan atau perubahan porsi makan secara drastis.

Misalnya, Busui sengaja melewatkan waktu sarapan dan makan malam, mengganti menu makan lengkap dengan menu yang tanpa lemak atau karbohidrat, atau hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari.

Memang, diet seperti itu dipercaya mampu menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, diet tersebut tidak menyehatkan dan akan membuat Bumil mendapatkan sangat sedikit kalori dan nutrisi dari makanan.

Padahal, saat menyusui Busui membutuhkan ekstra kalori dan nutrisi. Selain sebagai sumber energi Busui, segala yang Busui konsumsi akan berperan penting untuk menunjang nutrisi yang terkandung pada ASI dan meningkatkan jumlah ASI.

Bila Busui tetap melakukan diet ketat, dikhawatirkan kebutuhan gizi bayi dari ASI tidak akan tercukupi dengan baik. Hal tersebut tentu bisa berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

Selain itu, Busui juga akan kekurangan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI, sehingga ASI jadi sedikit. Kekurangan energi juga akan membuat Busui lemas, dan ini tentunya akan menyebabkan Busui kesulitan untuk merawat Si Kecil dan menyusuinya, kan?

Tips Menurunkan Berat Badan 

Sebenarnya Busui masih bisa kok, menurunkan berat badan setelah melahirkan, tapi dengan cara yang aman dan sehat. Berikut ini adalah panduannya:

  • Jangan melewatkan waktu makan.
  • Makanlah dengan porsi kecil, tapi sering.
  • Konsumsilah makanan yang sehat.
  • Pilih camilan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Hindari minuman manis berkalori, seperti jus, minuman bersoda, ataupun teh dan kopi yang bergula.
  • Jauhi makanan yang digoreng dan pilihlah makanan yang direbus, tumis, atau panggang.
  • Perbanyak mengonsumsi makanan sumber serat dan berprotein tinggi.
  • Jauhi makanan cepat saji.
  • Usahakan untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga yang cocok dengan kondisi tubuh Busui.

Selain itu, penting untuk selalu menyusui buah hati sesering mungkin. Menyusui juga mampu mempercepat pembakaran lemak dan penurunan berat badan. Jika selama menyusui Busui memiliki keluhan atau gangguan seputar ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi.

Diet sehat tidak menggunakan produk tertentu atau obat herbal untuk melangsingkan tubuh.

Cara Diet Sehat Saat Menyusui

Bagi kamu para ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan, berikut tips diet sehat yang bisa dilakukan:

1. Asupan makanan

Ibu menyusui masih membutuhkan energi lebih untuk produksi air susu ibu (ASI). Untuk itu, asupan makannya harus diperhatikan, terutama pada ibu yang ingin melangsingkan tubuh.

Sebenarnya, dengan membatasi asupan makan saja, ibu menyusui bisa menurunkan berat badan. Ini terjadi karena ASI diproduksi menggunakan lemak dari asupan makanan ibu.

Dengan menyusui eksklusif, ibu bisa menurunkan berat badan sendiri, karena asupan lemak di tubuh dipakai untuk produksi ASI.

2. Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi

Cara diet saat menyusui bisa dengan memilih jenis makanan yang sehat. Konsep paling penting bukan diet ketat, tapi mengontrol dan melihat jenis makanan yang baik untuk ibu dan ASI-nya.

Ibu yang memilih jenis makanan yang tepat tak perlu lagi mengonsumsi obat pelangsing tubuh. Jenis makanan sehat untuk dikonsumsi sehari-hari bisa didapatkan dengan mudah.

Porsi makan harus lengkap, ada sumber karbohidrat kompleks, sayur, buah-buahan, dan protein. Misalnya, makanan sumber protein yang bagus, seperti ikan, daging, ayam, dan kacang-kacangan. Selain itu, banyak sayur hijau mengandung vitamin dan asam folat.

3. Jadwal makan

Jadwal makan ibu menyusui juga harus teratur ya. Yaitu tiga kali makan besar (pagi, siang, malam) dan maksimal tiga kali makan camilan.

Kalori satu kali makan besar sekitar 350 sampai 500 kalori. Semantara, satu kali makan camilan sekitar 150 kalori.

Bagi ibu yang ingin melangsingkan tubuh, jadwal makan tanpa camilan sudah termasuk mengontrol asupan makan. Artinya, dengan tiga kali makan besar tanpa camilan, berat badan ibu bisa turun dengan sendirinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.