Assalamuallaikum Kak, Selamat Berbelanja di Hanan Fashion
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

PERBEDAAN BUTIK, DISTRO, DAN FACTORY OUTLET

07 Mei 2021 – Kategori Blog

Perbedaan Butik, Distro, dan Factory Outlet. Tahun 2019 bisnis fashion semakin berkembang. Jika sebelumnya menjamurnya distributor outlet atau yang biasa kita sebut distro, ada juga factory outlet yang biasa kita sebut FO. Namun, di awal tahun 2018 juga banyak bermunculan butik.

Jika sekali waktu bertemu dengan orang yang sering keluar masuk butik, fashion outlet dan distro, coba tanyakan pada orang tersebut, apa perbedaan antara butik, fashion outlet atau yang sering disebut dengan menggunakan singkatannya yakni FO.  Dari sekian banyak orang yang sering mondar mandir keluar masuk, bisa dipastikan bahwa hanya sebagian kecil saja dari mereka yang mengetahui perbedaan diantaranya.

Di Indonesia, keberadaan butik lebih dahulu dibandingkan  distro  dan FO, meski kadang ada juga yang bersikukuh mengatakan bahwa setelah itu distro atau FO duluan yang muncul atau bersamaan munculnya. Lepas dari sengketa mana yang lebih dulu muncul setelah butik, perbedaan dari ketiganya  bisa dilihat dari reason d’etre atau alasan keberadaannya atau bisa juga disebuat sebab musabab munculnya butik, fashion outlet dan distro tersebut.

Berikut ini kami ulas Perbedaan Butik, Distro, dan Factory Outlet.

1. Butik

perbedaan butik, distro, dan factory outlet

foto: pingpoint.co.id

Dibanding penyedia kebutuhan fashion lainnya, butik berada dalam tingkatan paling tinggi. Saat berjalan-jalan di depan butik, rasanya ingin memiliki pakaian yang dikenakan oleh manekin. Begitu pun ketika masuk dan melihat semua koleksi, keinginan untuk membeli semuanya datang begitu saja. Tidak lain karena modelnya yang unik dan hanya ada 2 hingga 3 style yang sama.

Ternyata, menurut kamus Bahasa Indonesia, butik adalah toko pakaian eksklusif yang menjual pakaian modern berikut segala kelengkapannya (terutama untuk wanita), tentunya sesuai dengan mode mutakhir.

Berdasarkan pengertian tersebut, pakaian di butik dikerjakan dengan tangan atau mesin halus. Sementara ukurannya disesuaikan denga orang tertentu. Bisa juga menggunakan ukuran standard mode. Jenis bisnis ini biasanya didirikan oleh desainer sebagai tempat untuk menjual produk rancangannya, sehingga style tidak sama dengan yang ada di pasaran.

2. Distro

gambar distro

foto: – kabarmagelang.com

Apa sih yang ada di benak kamu saat mendengar kata distro? Deretan pakaian berdesain unik, terkadang disisipi dengan kata-kata kreatif, harga yang mahal tetapi worth it atau lain daripada lainnya?

Distro banyak menarik minat kalangan entrepreneur untuk mendirikan usaha. Lekat dengan anak muda, produk distro didesain unik, kreatif dan sesuai dengan yang sedang tren saat ini. Beberapa kata-kata yang sedang marak, langsung diaplikasikan pada desainnya.

Bisa dikatakan distro adalah butik versi pria karena sebagian besar produknya untuk lelaki. Selain pakaian, mereka juga menjual ragam tas, sandal sepatu, aksesoris dan masih banyak lagi lainnya. Akan tetapi, strategi pemasaran dari bisnis ini adalah kreativitas. Tidak ayal bila harganya cenderung mahal. Kendati demikian, aspek tersebut dengan cepat menyedot minat konsumen.

Dilihat dari konsepnya, distro memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan butik karena menyediakan produk fashion karya sendiri. Perbedaannya, setiap desain dibuat jadi beberapa item sekaligus. Meskipun demikian jumlahnya hanya terbatas saja, tidak sebanyak yang ditawarkan oleh toko baju.

Sedangkan harganya, mempunyai perbedaan yang tidak terlalu signifikan dibanding toko baju. Selain itu meskipun brand-nya kurang terkenal, Sista tetap dapat tampil percaya diri mengenakan pakaian distro. Produknya tidak terkesan murahan dan mampu menonjolkan sisi-sisi eksklusifitas walau tidak semewah busana  butik.

Produksi di distro tidak dilakukan secara massal. Anda hanya bisa menemukan 1 hingga 2 desain yang sama. Sementara pengukuran disesuaikan dengan standard (S – XXL).

baca juga yuk : sekolah fashion design terbaik di jakarta

3. Factory Outlet

perbedaan butik, distro, dan factory outlet

foto: brasco-factory-outlet.business.site

Di dunia fashion, factory outlet seringkali disebut dengan singkatannya saja yaitu FO. Istilah ini merujuk pada tenant busana yang menyediakan pakaian bikinan pabrik dan bersifat mass product atau produk massal. Karena itu setiap desainnya memiliki item yang cukup banyak dan tentu saja harganya lebih murah. Fashion outlet banyak ditemui di pasaran. Ada tiga jenis pakaian yang dijual di tempat ini, yakni untuk anak-anak, wanita dan pria. Bisa juga salah satu darinya. Berbeda dengan butik yang dijahit dengan tangan atau mesin halus dan hanya memproduksi 2 hingga 3 model yang sama, toko pakaian justru sebaliknya.

Biasanya, FO didirikan oleh produsen pakaian yang memiliki stok berlimpah atau menggunakan Sistem penjualan dan pemasarannya yakni penjual mengambil barang dari supplier atau konveksi, kemudian dipasarkan kembali. Di dalamnya dapat ditemui beraneka jenis brand dengan ragam model. Pembeli juga bisa mencoba di tempat untuk melihat kecocokan.

Namun pakaian di sini ada yang memiliki jahitan bagus dan tidak, sesuai dengan induk produksi mereka. Tidak pula menjamin semuanya sesuai dengan keinginan karena beberapa pakaian memiliki model dan warna yang umumnya sama dengan di pasaran. Di samping itu, mereka juga biasanya menyediakan ukuran berdasarkan standard, seperti S hingga XXL. Bahkan ada pula yang menerapkan sistem all size. Sementara soal harga sangat bervariasi, mulai dari mahal hingga murah.

Jadi intinya apa sih perbedaan butik, distro, dan factory outlet ?

  • Butik tidak bisa disamakan dengan Factory Outlet.
  • FO menjual produk secara massal atau satu produk di produksi secara besar-besaran, namun tidak demikian dengan butik.
  • Butik hampir sama dengan Distro, keduanya sama-sama memasarkan produk yang exclusive dengan hanya memproduksi jumlah yang terbatas.
  • Biasanya distribution store atau distro lebih menonjolkan kreativitas desain yang biasanya tidak diproduksi dalam jumlah massal, hal ini juga yang menjadikan kelebihan distro dibandingkan produk pabrikan, yakni desain yang tidak pasaran.
  • Sedangkan butik lebih menonjolkan spesifikasi produk dan desain yang ditawarkan, misalnya butik batik dan lainnya. Selain itu, distro lebih idealis menunjukkan suatu kepribadian dari pemakainya, sedangkan butik lebih mengikuti perkembangan trend yang sedang berlangsung di dunia fashion.

Referensi :

  • hartonomall.com
  • pantau.com
  • grapadinews.co.id
  • esgotado.net