Assalamuallaikum Kak, Selamat Berbelanja di Hanan Fashion
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

SEJARAH BAJU GAMIS DI INDONESIA

Sejarah Baju Gamis di Indonesia. Busana muslim khususnya gamis saat ini telah berkembang sangat pesat.  Ada begitu banyak produsen fashion yang membuat pakaian gamis dengan ragam model, corak, serta warna.

Sebagai umat islam, khususnya kaum wanita tentu saja gamis menjadi salah satu jenis pakaian andalan dalam kaitannya untuk menutup aurat.  Hal ini dikarenakan sifat gamis yang longgar serta mampu menutup bagian-bagian tubuh yang menjadi aurat wanita. Di tengah-tengah maraknya gamis di dunia fashion, tahukah Sahabat Hanan awal mula sejarah baju gamis di Indonesia?

Sejarah Baju  Gamis di Indonesia

Sejarah baju gamis pada awalnya adalah pakaian tradisional dari jazirah Arab, atau yang biasa disebut Abaya. Abaya merupakan pakaian khusus muslimah yang dianggap memenuhi aturan dalam syariat seperti yang tercantum dalam Al-Quran yaitu tidak membetuk lekuk badan, tidak transparan serta tidak ketat.

Potongan baju abaya sendiri memang besar dan seringnya berwarna hitam, karena warna ini dinggap tidak menarik perhatian. Tujuan pemakaian abaya sendiri memang agar wanita yang keluar rumah tidak menjadi perhatian orang lain khususnya lawan jenis yang bisa menimbulkan fitnah nantinya. Biasanya abaya ini dilengkapi pula dengan cadar.

Ketika Islam masuk ke Indonesia maka gaya berpakaian ala Arab pun juga ikut bercampur dengan kultur asli masyarakat Indonesia dulunya. Seiring dengan penyebaran agama Islam maka diperkenalkan pula cara berpakaian yang sesuai dengan ajaran Islam. Meski begitu tidak keseluruhan gaya berpakaian Arab ini diterima di Indonesia. Ada beberapa hal yang masih sedikit asing untuk diaplikasikan seperti halnya pemakaian cadar.

Begitu pula dengan penyebutan pakaian muslim ini sendiri. Gamis adalah sebutan pakaian longgar bagi pria dan wanita. Istilah Gamis berasal dari kata Khomis. Bentuknya berupa baju kurung sepanjang mata kaki, umumnya dengan lengan panjang, serupa dengan jubah, Kaftan atau Tunik .

Namun di Indonesia lebih sering dikenal gamis adalah sebutan untuk pakaian wanita. Perkembangan gamis di Indonesia sendiri cukup pesat, terlebih dengan timbulnya kesadaran untuk berpakaian sesuai tuntunan agama bagi kaum muslim sendiri. Jika dulu gamis hanya terlihat saat ibu – ibu mau pergi pengajian, namun saat ini gamis mudah dijumpai di pasar, perkantoran hingga acara pernikahan.

Perkembangan Model Gamis

Perkembangan gamis ini juga didukung perkembangan model gamisnya pula. Seperti yang disebutkan di atas bahwa kultur pakaian Arab tidak secara keseluruhan digunakan oleh masyarakat muslim Indonesia. Namun biasanya dicampur dengan kultur budaya asli Indonesia sendiri. Jika gamis di Arab monoton dengan warna hitam atau putih, maka gamis Indonesia memiliki ragam warna hingga corak, bahkan bisa dijumpai gamis yang memiliki motif batik.Begitu pula dengan penggunaan jilbabnya. Pemakaian jilbab di masyarakat muslim Indonesia sendiri memiliki berbagai macam kreasi agar tampilan tidak monoton dan trendy. Hal ini menjadi salah satu bentuk promosi agar semakin banyak lagi remaja putri yang senang memakai jibab maupun gamis.

Perkembangan jenis gamis saat ini memberikan banyak pilihan model yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan acara atau tempat.

Meski memiliki ragam model dan juga warna namun kreasi baju gamis selalu dianjurkan untuk mengikuti standar pakaian muslim yang sesuai aturan agama. Dan terlihat gamis Indonesia bisa dibilang agak berbeda dengan gamis Arab yang menjadi asal sejarah pakaian gamis itu sendiri.

Sahabat Hanan, itulah ringkasan singkat mengenai sejarah baju gamis di Indonesia.  Semoga bermanfaat.

Barakallahu Fiikum...