Assalamuallaikum Kak, Selamat Berbelanja di Hanan Fashion
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

SEJARAH KAIN PASHMINA DI INDONESIA

07 Mei 2021 – Kategori Blog

Sejarah Kain Pashmina Di Indonesia. Dalam Sejarah,  Negara Kashmir berhasil membuat selendang berbahan wol diperkirakan proses ini terjadi pada abad ke-3 hingga ke-11 masehi.  Negara Kashmir meresmikan pada abad ke-15 dan diperkenalkan oleh seorang  Zaynul-Abidin seorang penenun dari Asia Tengah.  Nama Kashmir merupakan lembah yang terdapat di ujung pegunungan Himalaya bagian barat.

Sejarah ini diketahui dari teks-teks peninggalan yang tertulis dari catatan sejarah Afganistan yang menyebutkan kain wol yang terbuat dari benang pashm asal India, Nepal, dan Pakistan. Produk inilah yang sekarang semakin berkembang menjadi inovasi fashion hijab, pashmina.

Asal Usul Nama Pashmina

Pashmina pada awalnya berasal dari kata dalam bahasa Persia Pashmineh, yang artinya “terbuat dari wol”. Wol yang digunakan untuk membuat pashmina pun khusus, yaitu terbuat dari bulu kambing yang hidup di daerah dataran tinggi Himalaya, Nepal, dan Pakistan. Karena kambing ini hanya tinggal di dataran tinggi yang dingin.

Proses Pembuatan Pashmina

kambing pashmina

Kambing Pashmina (foto: pinterest.com)

Dalam pembuatannya, pasmina diproduksi dengan proses pemintalah tangan serta proses tenun.

Proses produksi kain/wol pashmina berlangsung bertahun – tahun di negara Kashmir dan negara Nepal. Pashmina sangat diminati penduduk di negara – negara kawasan asia selatan karena dapat memberikan kehangatan di cuaca yang dingin pegunungan himalaya. Selain itu corak yang menawan dan dapat digunakan sebagai aksesori  wanita yang melengkapi penampilan.

Seorang Jane Singer, kolumnis di The New York Times, menuliskan, istilah pashmina dikenal orang sebagai selendang dengan ukuran yang lebih besar, lebih besar dibandingkan dengan syal. Padahal, berdasarkan arti yang sebenarnya, pashmina adalah jenis dari material kainnya itu sendiri. Namun sampai sekarang, pashmina lebih dikenal dengan kain yang memanjang atau segi empat panjang.

Pashmina adalah jenis kain wol dari serat yang diolah dari janggut domba. Dombanya pun tak sembarangan, yaitu domba yang hidup di pegunungan Himalaya, tepatnya di daerah yang bernama Ladakh, dengan ketinggian sekitar 4000 – 5000 meter di atas permukaan laut.

Janggut domba ini kemudian ditenun oleh orang-orang di lembah Kashmir dan Nepal menjadi selendang dan syal. Dengan menggunakan metode kuno dan sangat tradisional, orang di Nepal menyisir janggut domba lalu memilih serat terbaik.

Bentuk-bentuk Pashmina

sejarah kerudung pashmina di indonesia

foto: pinterest.com

Di Negara Nepal, kain ini disebut pashmina, sementara di Kashmir dikenal dengan nama wol kasmir. Namun, dengan makin populernya penggunaan selendang, nama pashmina lebih dikenal banyak orang sebagai kain selendang namun lebih lebar dari selendang.

Seiring banyaknya permintaan, pemasaran tenun pashmina dilakukan ke wilayah lain di India. Di sini, pashmina berbentuk selendang, selimut, dan penutup tempat tidur. Pashmina dipakai oleh kalangan atas karena harganya yang mahal.

Setelah itu, pashmina menyebar ke negara lain, termasuk ke Eropa ketika kain ini akhirnya berada di tangan Napoleon Bonaparte dan menjadi semakin populer.

baca juga : mengenal kain katun, kain sejuta umat

Bagaimana Pashmina Bisa Sampai ke Indonesia?

sejarah kerudung pashmina di indonesia

foto: pinterest.com

Pashmina juga mulai dibawa oleh pedagang dari timur tengah ke indonesia pada masa kejayaan kerajaan Majapahit. Namun pada saat itu, pashmina masih dikenal dengan istilah kain dari kashmir. Seiring datangnya islam ke Nusantara, mulailah muncul perkampungan-perkampungan islam di Nusantara.

Dengan berkembangnya islamisasi, produk pashmina berkembang menjadi beraneka kain multiguna, dari baju, selimut sampai kerudung.

Namun kini kata pashmina menjadi populer sebagai model kerudung.

Jenis pashmina yang cukup banyak ditemukan di pasaran adalah pashmina ima, pashmina satin, pashmina velvet, pashmina diamond, pashmina sifon hingga pashmina rawis.

Begitulah sejarah kain pashmina, semoga bermanfaat dan menambah khasanah ilmu kita semua.

Barakallahu Fiikum…

Referensi:

  • www.medcom.id
  • www.beautynesia.id
  • www.bacamedi.com